Di sebuah Desa Tinga-Tinga, tepatnya di Merta Sari, terdapat sebuah rumah sederhana yang menjadi saksi bisu perjuangan sebuah keluarga. Lima jiwa bernaung di dalamnya, tiga di antaranya adalah anak-anak yang setiap hari menempuh perjalanan panjang demi menggapai mimpi.
Fajar belum sepenuhnya merekah ketika tiga pasang kaki kecil itu mulai melangkah. Jalan setapak yang terbentang seolah tak berujung, namun tekad mereka lebih kuat dari lelah yang menghadang.
Di rumah, sepasang tangan yang mulai keriput tetap tak kenal lelah. Ayah dan ibu mereka, dengan peluh yang membasahi dahi, bekerja sebagai buruh serabutan. Apapun dikerjakan, demi sesuap nasi dan harapan agar anak-anak mereka bisa meraih masa depan yang lebih cerah.
Nama : Gusti Komang Sulastri ( 15 Tahun ) 
Nama : Gusti Komang Sulastri ( 15 Tahun )
Adik Sulastri akan masuk ke jenjang SMP namun saat ini dia kesulitan untuk biaya pakaian.

Di balik keindahan Desa Pemuteran, tepatnya di Dusun Sendang Lapang, tersimpan kisah perjuangan seorang gadis kecil bernama Kadek Luh Cinta. Usianya baru menginjak 13 tahun, namun beban hidup yang dipikul seolah jauh melampaui angka itu.
Cinta kecil tumbuh tanpa kehangatan pelukan ayah dan ibu. Sang ayah telah lama berpulang, sementara ibunya memilih jalan hidup baru saat Cinta baru berusia 7 tahun. Kini, ia tinggal bersama kakek dan neneknya yang renta, berjuang bersama menghadapi kerasnya hidup.
Setiap pagi, Cinta dan kakeknya memulai hari dengan menggarap lahan jagung milik orang lain. Tangan-tangan kecilnya yang seharusnya sibuk menulis dan menggambar, kini terampil menanam dan merawat jagung. Siang hingga sore, mereka beralih memelihara babi milik tetangga, berharap bisa mendapat sedikit upah untuk menyambung hidup.
Namun, di tengah kesulitan ini, semangat Cinta untuk menggapai mimpi tak pernah padam. Ia akan segera melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, sebuah langkah besar yang membutuhkan dukungan lebih, namun terkendala ekonomi.

Di sudut Kampung Baru, Buleleng, tersembunyi sebuah kisah yang mengetuk hati. Kadek Juli Puspa Dewi, siswi SMK kelas 2, hidup dalam keterbatasan yang sulit dibayangkan oleh sebagian dari kita.
Juli, bersama kedua orang tua dan neneknya, bernaung di sebuah gubuk mungil di atas lahan milik orang lain. Atap yang hampir roboh dan ruang yang sempit menjadi saksi bisu perjuangan mereka sehari-hari. Namun, di balik dinding rapuh itu, tersimpan harapan dan tekad yang begitu kuat.
Setiap pagi, saat teman-teman seusianya bersiap menuju sekolah, Juli memulai harinya dengan cara berbeda. Ia menemani sang nenek, menyusuri jalanan Buleleng, mencari barang-barang bekas yang masih bisa dijual. Tangan-tangan muda yang seharusnya sibuk menulis catatan pelajaran, kini terampil memilah sampah demi sesuap nasi.
Meski demikian, semangat Juli untuk menuntut ilmu tak pernah surut. Ia berjuang keras menyeimbangkan waktu antara membantu keluarga dan mengejar mimpinya di bangku SMK.
Kini, kami mengajak Anda untuk menjadi bagian dari perjalanan Juli. Dengan bantuan Anda, kita bisa memberikan Juli kesempatan yang lebih baik untuk fokus pada pendidikannya. Setiap donasi akan digunakan untuk:
- Memenuhi kebutuhan sekolah seperti seragam, buku, dan perlengkapan belajar
- Memberikan bantuan biaya bekal sehingga adik Juli bisa fokus bersekolah
- Hp untuk pembelajaran dan pembuatan tugas
Bersama, kita bisa mengubah kisah Juli dari perjuangan menjadi kesuksesan. Mari ulurkan tangan dan buktikan bahwa mimpi seorang anak tidak boleh dibatasi oleh keadaan ekonomi.

Perkenalkan Nengah Artawan, remaja berusia 14 tahun dari Desa Madenan, Tejakula, Buleleng. Di balik senyum cerahnya, tersimpan kisah yang menggetarkan hati.
Nengah adalah seorang yatim yang tinggal bersama ibunya di sebuah rumah sederhana. Sang ibu, dengan keterbatasan yang ada, berjuang sebagai buruh serabutan demi menghidupi keluarga kecil mereka. Namun, penghasilan yang tak menentu membuat hidup mereka selalu dihantui ketidakpastian.
Meski demikian, semangat Nengah untuk belajar tak pernah padam. Kini duduk di kelas 2 SMP, ia bermimpi bisa melanjutkan pendidikan dan mengubah nasib keluarganya. Tapi tanpa dukungan finansial, mimpi itu terasa begitu jauh.
Di sinilah kita bisa berperan, sahabat. Dengan uluran tangan kita, kita bisa membantu Nengah:
- Memenuhi kebutuhan sekolah (buku, seragam, alat tulis)
- Hp untuk pembelajaran dan Pembuatan Tugas
- Bekal sekolah

Perkenalkan Adik Julia , Desa Temukus, Buleleng. Di balik senyum cerahnya, tersimpan kisah yang menggetarkan hati.
Adik Julia adalah seorang anak kurang mampu yang tinggal bersama ibu dan ayahnya di sebuah Kost sederhana. Sang ibu sakit akibat kecelakaan dan sang ayah berjuang sebagai buruh serabutan demi menghidupi keluarga kecil mereka. Namun, penghasilan yang tak menentu membuat hidup mereka selalu dihantui ketidakpastian.
Meski demikian, semangat Adik Julia untuk belajar tak pernah padam. Kini dia akan melanjutkan sekolah ke jenjang SMA , ia bermimpi bisa melanjutkan pendidikan dan mengubah nasib keluarganya. Tapi tanpa dukungan finansial, mimpi itu terasa begitu jauh.
Di sinilah kita bisa berperan, sahabat. Dengan uluran tangan kita, kita bisa membantu Adik Julia untuk melunasi biaya pakaian sekolah.

Perkenalkan Adik Kadek Ogik Wijaya Kusuma dan Komang Aditya berasal dari Desa Kalianget, Buleleng. Di balik senyum cerahnya, tersimpan kisah yang menggetarkan hati.
Mereka adalah seorang anak kurang mampu dan yatim piatu yang kini dirawat oleh sang nenek y. Sang Nenek dan Kakaknya yang berjuang sebagai buruh serabutan demi menghidupi keluarga kecil mereka. Namun, penghasilan yang tak menentu membuat hidup mereka selalu dihantui ketidakpastian.
Meski demikian, semangat mereka berdua untuk belajar tak pernah padam. Kini dia akan melanjutkan sekolah ke jenjang SMA , ia bermimpi bisa melanjutkan pendidikan dan mengubah nasib keluarganya. Tapi tanpa dukungan finansial, mimpi itu terasa begitu jauh.
Di sinilah kita bisa berperan, sahabat. Dengan uluran tangan kita, kita bisa membantu mereka dalam melunasi biaya pakaian sekolah.
Sahabat support kita sangat berarti untuk mereka, bagi sahabat yang berkenan menyisihkan rezekinya bisa datang langsung atau melalui rekening dibawah ini :
1.BCA Virtual Account
00364 0110085640
2. Bank BSI 7189113678
3. Bank Mandiri 145-00-1275584-5
4. Bank BRI 1730-01-000180-56-5
5. Bank BPD Bali 056 02 02 53381 0
6. Wallet Ovo/Dana/Gopay/flif/Linkaja
087765010383
Rekening diatas an. Buleleng Social Community
Untuk Konfirmasi TRF bisa melalui SMS/WA
087765010383/081337924855
Salam
Together We Can
